Bisnis Tiket adalah sebuah bisnis modern yang menyediakan pembelian Tiket Pesawat, Kereta Api dan Hotel secara online. Kami memiliki manajemen bisnis yang telah teruji dalam menghasilkan profit yang besar dan pelayanan yang prima. Pengalaman dalam core business ticketing sudah tidak perlu Anda ragukan lagi. CV. Surya Online bekerja sama dengan banyak maskapai penerbangan, serta kurang lebih 2000 hotel di seluruh Indonesia dan PT KAI sebagai perusahaan resmi penjualan tiket kereta api.

agen tiket online

Seperti Apa Model Bisnis yang Anda Cari Selama Ini?

Yang terbukti menghasilkan uang ?

Yang tetap memberikan waktu luang?

Yang tidak menganggu pekerjaan di kantor?

Yang membimbing member dengan pelayanan yang maksimal?

 

KINI TERBUKA BAGI ANDA KESEMPATAN EMAS DI DEPAN MATA MEMILIKI 

USAHA BISNIS PENJUALAN TIKET PESAWAT

TIKET KERETA API BAHKAN VOUCHER HOTEL 

YANG TERSEBAR DI SELURUH INDONESIA

 

Mengapa Harus Memilih BisnisTiket.co.id Sebagai Bisnis Travel Agen Anda?

- Pendaftaran cukup murah hanya Rp. 100.000,- ; 
- Harga pesawat tiket yang kami sediakan lebih MURAH dibanding tempat lain; 
- Layanan customer service selalu SIAP Setiap Hari ; 
- Mendapatkan WEBSITE replika pribadi untuk promosi dan pengembangan jaringan penjualan;
- Mendapatkan double KOMISI, yaitu komisi cash back 40% dan komisi royalti.

Pembagian KOMISI kepada member kami berikan POTONGAN / DISCOUNT / CASHBACK 40% dari total nilai komisi sharing profit yang diberikan pihak maskapai. Tidak hanya itu, akan ada KOMISI royalti dari per transaksi jaringan member downline Anda.

Menarik bukan ? KOMISI yang jauh lebih BESAR dengan harga tiket lebih TERJANGKAU dibanding travel agen lainnya. Anda HANYA mendapatkan konsep bisnis seperti ini di Bisnis Tiket. Bagi Anda yang ingin berbisnis tetapi selalu terkendala dengan modal, sekarang kami tawarkan solusinya:

PELUANG USAHA BISNIS MODAL KECIL

KONSEP BISNIS DENGAN RESIKO MINIM

Jika travel agen lain mengharuskan Anda untuk membayarkan sejumlah uang untuk biaya pendaftaran hingga JUTAAN rupiah, kami tawarkan bisnis luar biasa ini dengan biaya murah ...

Bisnis dengan resiko minim, tidak ada target penjualan, tidak ada kemampuan khusus yang harus dikuasai...

Tidak ada yang berani memberikan discount / potongan harga tiket yang besar seperti yang kami tawarkan

APA KATA MEREKA YANG SUDAH BERGABUNG BERSAMA KAMI

bisnis tiket pesawat

Potensi Penghasilan Yang Luar Biasa Dari Bisnis Tiket :

Komisi Cashback 40%. Kami bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan maskapai dan menjadi agen resmi penjualan tiket. Setiap pembelian tiket dari Bisnis Tiket, Anda berhak mendapatkan pembagian komisi sebesar 40% yang langsung masuk ke komisi Anda;

Komisi Royalti. Selain komisi langsung, bila ada yang mendaftar melalui link website replika Anda, maka Anda berhak mendapatkan komisi sponsor. Komisi pembelian tiket akan diterima dari setiap transaksi yang dijalankan oleh member Anda.

Jalani Bisnis Tiket Ini dan Dapatkan Potensi Penghasilan
Hingga Rp. 6.250.000,- tiap Bulannya

Pendaftaran Hanya Rp. 100.000,-

 

Apa Saja Yang Perlu Anda Persiapkan Untuk Menjalani Bisnis Ini?

1. Akses Internet;

2. Komputer / Laptop ;

3. Handphone / Smartphone;

4. Printer;

5. Meja dan kursi yang nyaman untuk bekerja;

6. Dan tentunya nomor rekening bank untuk bertransaksi dan menerima komisi dari kami.

 

Bagaimana Proses Reservasi Online di Bisnis Tiket?

1. Melihat jadwal keberangkatan;

2. Mencari tiket promo;

3. Melihat harga tiket;

4. Melakukan booking tiket;

5. Melakukan pembayaran tiket;

6. Bisa mencetak tiket sendiri.

 

agen tiket online

Selengkapnya TESTIMONIAL MEMBER klik disini

Apapun background pekerjaan Anda, latar belakang, keahlian, daerah tempat tinggal, asalkan bisa terhubung dengan internet dan mempunyai seperangkat komputer atau laptop, bisnis ini sudah bisa dijalankan. Bagi yang memiliki smarthpone lebih mudah lagi, Anda bisa online dan bertransaksi di mana saja bahkan sambil hang out sekalipun.

Customer service kami selalu siap melayani Anda 7 x 24 jam, Anda dapat menghubungi kami via Telepon, SMS, YM dan email. Kami akan selalu ada untuk membimbing Anda menjalani bisnis ini, begitu juga bila Anda mengalami kendala dalam bertransaksi, silahkan diskusikan dengan kami melalui kontak CS Online.

Pendaftaran Hanya Rp. 100.000,-

Dengan sistem yang kami terapkan, kami berharap situs ini bisa menjadi salah satu sumber penghasilan bagi masyarakat Indonesia. Jalani bisnisnya, nikmati penghasilannya, nikmati passive incomenya, nikmati kemudahannya dan bagikan informasinya ke orang lain

 

 

 

 

 

 

 

 

Sisi Lain Aturan Baru Menumpang Kereta Api – KOMPAS.com


JAKARTA, KOMPAS.com — Lebaran 2014 menjadi tahun pertama bagi para pemudik berkereta api mengalami sistem baru reservasi tiket yang dikombinasi pula dengan aturan boarding ala di bandara. Upaya PT Kereta Api Indonesia menertibkan layanan ini memunculkan sisi lain, tak terkecuali kepanikan.

Situasi dengan sisi lain tersebut terjadi terutama di stasiun yang melayani kereta api kelas bisnis dan ekonomi, seperti Stasiun Pasar Senen di Jakarta Pusat.

Di stasiun yang melayani kelas eksekutif atau yang kerap dengan gampang disebut sebagai kereta Argo sesuai nama-nama kereta kelas ini, seperti Stasiun Gambir, situasi tersebut tak terlalu tampak.

Ketika penumpang menumpuk seperti pada musim mudik Lebaran, aturan “jam boarding” kereta api ini jadi persoalan, apalagi saat ada jadwal keberangkatan kereta yang ternyata mundur.

Selama kereta belum datang atau jam keberangkatan masih lama, para calon penumpang tak bisa masuk peron, sekalipun peron jauh lebih lengang daripada halaman stasiun.

Pada Rabu (23/7/2014) pagi, misalnya, setidaknya ada lima kereta api yang keberangkatannya tertunda dari Stasiun Pasar Senen. Lima kereta tersebut adalah KA Tawang Jaya, KA Gajahwong, KA Fajar Utama Yogyakarta, KA Sawunggalih, dan KA Menoreh.

“Antreannya panjang bener,” keluh Anto (27), salah satu calon penumpang yang harus antre berdesakan hingga keluar dari lindungan atap halaman di depan pintu masuk peron, Rabu.

Dia yang hendak menumpang KA Menoreh tujuan Stasiun Semarang Tawang di Semarang, Jawa Tengah, baru bisa mulai antre untuk masuk ke peron pada pukul 08.00 WIB. Padahal, Anto mengaku sudah ada di halaman Stasiun Pasar Senen pada pukul 06.30 WIB karena keretanya dijadwalkan berangkat pada pukul 08.00 WIB.

“Ayo, antre satu baris,” teriak salah satu petugas keamanan sembari menata antrean yang mengular dan berkelok bahkan bercabang saking panjangnya.

“Antre satu jalur. Keretanya juga belum ada,” lanjut petugas keamanan itu.

Ketika Kompas.com tiba di Stasiun Pasar Senen selewat pukul 07.00 WIB, KA Tawang Jaya yang seharusnya berangkat pada pukul 06.00 WIB masih ada di dalam stasiun. Sebagian penumpangnya pun masih mengantre di depan pintu masuk.

Kereta Gajahwong yang seharusnya berangkat pada pukul 07.00 WIB, bahkan belum bisa juga masuk stasiun karena menunggu jalur yang masih dipakai KA Tawang Jaya.

Di tengah hiruk-pikuk ini, kepanikan sesekali terjadi. Yanti (45) misalnya, sempat salah kereta dan panik ketika kereta yang hendak dinaikinya keburu berjalan saat dia masih menelisik nomor gerbong.

Usut punya usut, kereta yang sudah berjalan itu adalah KA lain dengan tujuan berbeda tetapi terlambat berangkat hingga jadwal KA berikutnya.

“Sempat panik, belum juga sampai gerbong 8 keretanya sudah jalan. Ternyata itu kereta lain,” tutur Yanti berapi-api kepada penumpang lain yang duduk di hadapannya.

Sisi lain dari sistem baru PT KAI adalah masalah tiket dan tempat duduk. Sejak dimulai pada 2013 bahwa tiket bisa dipesan jauh-jauh hari dan tak ada lagi cerita penumpang tanpa kursi di kereta api sekalipun kelas ekonomi, perburuan tiket adalah cerita umum di antara sesama penumpang.

“Saya pesan lewat internet. Telat satu menit, pesan lima tinggal ada tiga tiket,” ujar Agus (21) dengan bersungut-sungut.

Yanti menimpali cerita Agus, dengan mengatakan dia dapat dua tiket untuk dirinya sendiri dan anaknya juga lewat jalur online. Hasilnya, ujar dia, nomor tempat duduk mereka terpisah.

“Kok bisa beli dua nomor kursinya jauh-jauhan. Tapi masih untung bisa pulang, dapat tiket,” kata dia buru-buru menambahi.

Kejadian semacam itu bukan hanya terjadi pada Yanti, karena tak berselang lama seorang ibu paruh baya menggerutu di gang kereta, “Anak 4 tahun kok dapat kursinya terpisah jauh.”

Pemesanan tiket jauh-jauh hari dan tak ada cerita tiket tanpa kursi, juga jadi masalah buat para calon penumpang yang tak bisa memastikan alokasi libur sejak jauh-jauh hari.

“Dulu kapan pun mau pulang tinggal ke stasiun, beli tiket, tak harus mikir masih ada kursi atau tidak. Sekarang harus pasti punya tiket kalau jalan ke stasiun,” kata Alvin yang mengaku baru disetujui izin cutinya pekan lalu.

Sistem baru dengan kepanikan baru ini, harap Alvin, hanya transisi. “Ya ada bagusnya, lebih nyaman, tapi proses transisi dari tiket, antrean, dan fasilitas stasiun ini masih jadi PR,” ujar dia.